Kategori Berita
Berita Teratas
Infak & Shodaqoh
Pegawai Kemenag Bantul(Rp 19.838.101)
Dinas Pariwisata(Rp 3.081.000)
RSU Panembahan(Rp 5.333.000)
BAPPEDA(Rp 8.200.000)
DPKAD(Rp 8.714.000)
Dinas Kesehatan(Rp 22.648.200)


Daftar Muzakki
hamba alloh(Rp 20.000.000)
PLN Druwo Bantul(Rp 12.000.000)
Pegawai Kemenag Bantul(Rp 38.008.073)
Siti Fatimah(Rp 875.000)
M Barid(Rp 1.000.000)
Agung Sugeng(Rp 64.700)
Sri Mulyani(Rp 212.000)
Elis F(Rp 280.000)
Hamba Alloh(Rp 1.200.000)
Pegawai BPN Bantul(Rp 2.770.000)
Sukinem(Rp 2.000.000)
Erwan Murtono(Rp 2.000.000)
Nurhidayati(Rp 314.500)
Nuriyah(Rp 1.944.225)
Sarjono(Rp 152.250)
Markizan(Rp 454.500)
Joko Prayitno(Rp 1.200.000)
Ambar Sutadi(Rp 950.000)
Jumiyati ny(Rp 786.698)
Henry Purnomo(Rp 478.409)
Syamsiati ny(Rp 660.000)
Marjoko M(Rp 799.000)
Sumarno PRS(Rp 1.664.325)
Sri Suryawidati(Rp 595.800)
Idham Samawi(Rp 780.145)
nur siwhan(Rp 1.200.000)
Statistik Pengunjung
Daftar Agenda

Selasa, 21 September 2010 - 11:40:45 WIB
"Pemimpin, Cerminan dari Rakyatnya"
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Artikel - Dibaca: 336 kali


Saudaraku yang semoga dirahmati Allah. Sungguh persahabatan merupakan suatu karunia dari Allah Taala. Sebagaimana firman Allah yang artinya,“Lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara”  (Ali Imron : 103). Ini adalah nikmat Allah yang sangat agung. Maka  seharusnya kita menjaganya dengan memperhatikan hak-hak di antara  sahabat. Pembahasan berikut, berisi sebagian hak-hak persahabatan yang  seharusnya diperhatikan oleh orang-orang yang mengikat tali tersebut.

 

Bersahabatlah karena Allah

 

Ingatlah wahai saudaraku -semoga Allah menunujuki kita untuk taat kepada-Nya-, bahwa tujuan kita bersahabat adalah senantiasa untuk mengaharap ridho Allah Ta'ala. Dan janganlah sekali-kali persahabatan tersebut dijadikan untuk mendapatkan kepentingan dunia semata.

 

Persahabatan yang dilandaskan saling cinta karena Allah itulah yang akan mendapatkan manisnya iman, sebagaimana Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya,"Ada tiga perkara yang apabila seseorang memilikinya akan mendapatkan manisnya iman, yaitu Allah dan Rosul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, dia mencintai seseorang tidaklah dia mencintainya kecuali karena Allah,  dan dia tidak suka kembali kepada kekufuran setelah Allah membebaskan  darinya sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam api." (HR. Bukhari)

 

Di samping itu, persahabatan seperti inilah yang akan kekal hingga hari kiamat nanti, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman yang artinya,"Teman-teman akrab  pada hari (kiamat) nanti sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa."(QS. Az Zukhruf : 67).

 

Imam Ibnu Katsir rohimahulloh mengatakan bahwa setiap  persahabatan yang dilandasi cinta karena selain Allah, maka pada hari  kiamat nanti akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan. Kecuali  persahabatannya dilandasi cinta karena Allah ‘azza wa jalla, inilah yang kekal selamanya. (Tafsir Ibnu Katsir)

 

Maka perhatikanlah wahai saudaraku, sudah benarkah niat kita dalam  bersahabat?! Apakah persahabatan tersebut hanya untuk menyelesaikan  urusan duniawi semata?!! Setelah urusan tersebut selesai, kita  meninggalkan sahabat kita!! Ingatlah, persahabatan yang benar adalah  persahabatan yang dilandasi cinta karena Allah, yaitu seseorang  mencintai sahabatnya karena tauhid yang dia miliki, pengagungan dia  kepada Allah, dan semangatnya dalam mengikuti sunnah Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam.

 

Berbuat Itsar-lah pada Sahabatmu

 

Di antara hak terhadap sesama yang dianjurkan adalah mendahulukan sahabatnya dalam segala keperluan (baca : itsar) dan perbuatan ini dianjurkan (mustahab).

 

Perhatikanlah firman Allah Ta'ala yang artinya,"Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan" (QS. Al Hasyr : 9).

 

Kaum Anshor yang terlebih dahulu menempati kota Madinah, mereka  mendahulukan saudara mereka dari kaum Muhajirin dalam segala keperluan,  padahal mereka sendiri membutuhkannya.

 

Sungguh sangat menakjubkan, seorang sahabat Anshor yang memiliki dua  istri ingin menceraikan salah satu istrinya. Kemudian setelah masa  'iddahnya berakhir dia ingin menikahkannya dengan sahabatnya dari kaum  muhajirin. Adakah bentuk itsar yang lebih daripada ini?!! (Aysarut Tafaasir, Syaikh Abu Bakr Jabir Al Jazairi)

 

Perbuatan itsar ini hanya berlaku untuk urusan duniawi  (seperti mendahulukan saudara kita dalam makan dan minum). Sedangkan  dalam masalah ketaatan (perkara ibadah), perbuatan ini terlarang. Karena  maksud dari ibadah adalah pengagungan kepada Allah Ta’ala. Maka barangsiapa yang mendahulukan saudaranya dalam hal ini, berarti dia telah meninggalkan pengagungan terhadap Allah Ta’ala yang dia sembah. Oleh karena itu, kita tidak diperbolehkan mendahulukan saudara kita (itsar) untuk menempati shaf pertama dalam sholat berjama’ah, sedangkan kita di shaf belakang. (Lihat Al Wajiz fii Iidhohi Qowa’id Al Fiqhi Al Kulliyati)

 

Bantulah Sahabatmu yang Berada dalam Kesulitan

 

Misalnya ada saudara kita yang membutuhkan bantuan pinjaman uang.  Maka berusahalah untuk menolongnya dengan memberi pinjaman hutang  padanya. Karena pemberian hutang yang pertama kali merupakan kebaikan.  Sedangkan pemberian hutang kedua kalinya adalah sedekah. Sebagaimana  dalam hadits riwayat Ibnu Majah, Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya,"Barangsiapa yang memberi hutang kepada saudaranya kedua kalinya, maka dia seperti bersedekah padanya.”

 

Jagalah Kehormatan Sahabatmu

 

Wahai saudaraku, jagalah kehormatan sahabatmu, karena Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda pada khutbah ketika haji Wada' yang artinya,"Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian adalah haram." (HR. Bukhari, Muslim, dan lainnya).

 

Di antara bentuk menjaga kehormatan saudara kita adalah menjaga  rahasianya yang khusus diceritakan pada kita. Rahasia tersebut adalah  amanah dan kita diperintahkan oleh Allah untuk selalu menjaga amanah.  Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya,"Apabila seseorang membicarakan sesuatu padamu, kemudian dia menoleh kanan kiri, maka itu adalah amanah."(HR.  Abu Daud dalam sunannya). Perbuatan seperti ini saja dilarang, apalagi  jika sahabatmu tersebut memintamu untuk tidak menceritakannya pada orang  lain. Maka yang demikian jelas lebih terlarang. (Huququl Ukhuwah, Syaikh Sholeh Alu Syaikh).

 

Semoga dengan mengamalkan hak-hak ini, kita akan menjadi orang-orang  yang akan mendapatkan naungan Allah di akherat kelak, di mana tidak ada  naungan kecuali naungan-Nya. Amin.

 

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal




Berita Lain

1 Komentar :

syaiful hadi
14 Juli 2011 - 11:40:42 WIB


bagaimana dengan profesii pegawai negeri yang zakatnya dikeluarkan setiap bulan dengan pemotongan dari gajinya?sah atau tidak, mengingat masa daripada zakat harus satu tahun?











Isi Komentar :
Nama :
Website : tanpa http://
Komentar
 
 

 


Konsultan Online
Untitled Document
Arief Harjanto
bazkabbantul@gmail.com
Bank
Berikut ini adalah data bank untuk setoran zakat, Infak dan shodaqoh
Zakat
Bank : MANDIRI SYARIAH
Cabang : Bantul
No.Rek : 309.0000.676
A/n : BAZ Kab. Bantul
Bank : MUAMALAT
Cabang : Bantul
No.Rek : 0000.30.40.30
A/n : BAZ Kab. Bantul
Infak/ Shodaqoh
Bank : BANK PASAR BANTUL
Cabang : Bantul
No.Rek : 008087
A/n : BAZ Kab. Bantul
Daftar Tamu
Oleh: agus
web ini bagus, walaupun sederhana tetapi isinya lengkap

Oleh: syaiful hadi
bagaimana dengan profesii pegawai negeri yang zakatnya dikeluarkan setiap bulan dengan pemotongan dari gajinya?sah atau tidak, mengingat masa daripada zakat harus satu tahun?

Selengkapnya ...